EV & Mobility Infrastructure

EV Charger + Load Management System di Microsoft JKT09 Data Center

Klien: PT Astra Otoparts Tbk (end-user: Microsoft JKT09 Data Center)
Sektor: Data Center / Hyperscale Infrastructure
Lokasi: Karawang, Jawa Barat
Tahun: 2025
Lingkup: EV Charger 22 kW AC + Load Management System (LMS) integration

Masalah di Lapangan

Hyperscale data center seperti Microsoft JKT09 memiliki load profile listrik yang sangat ketat: setiap kilowatt sudah dialokasikan untuk cooling, IT load, dan facility support. Menambahkan infrastruktur EV charger untuk karyawan dan tamu bukan sekadar ‘pasang colokan’ — itu adalah penambahan beban baru yang harus diintegrasikan tanpa mengganggu redundancy daya fasilitas.

Tantangan engineering: bagaimana memastikan EV charger tidak pernah menjadi single point of risk yang dapat mempengaruhi distribusi daya ke white-space data center? Jawabannya: Load Management System (LMS).

Lingkup Pekerjaan

  • Site survey: assessment kapasitas daya, layout site, single-line diagram
  • Supply unit EV Charger AC 22 kW (Schneider EVlink) — Level 2 charging
  • Instalasi: panel sub-distribusi, kabel feeder, proteksi MCB & ELCB
  • Earthing dan bonding sesuai standar safety EV charging
  • Integrasi Load Management System (LMS) — smart power allocation
  • Komisioning, functional test, dan training operator

Pendekatan Engineering & Solusi

Pendekatan SEI untuk fasilitas hyperscaler menggabungkan kapabilitas EPC kelistrikan dengan integrasi smart charging:

1. Site survey detil — sebelum order unit, dilakukan assessment ketersediaan daya di sub-distribution panel terdekat, jarak run kabel, dan koordinasi dengan facility engineering Microsoft untuk lokasi parking yang sesuai access plan karyawan.

2. Pemilihan unit charger — Schneider EVlink dipilih karena: track record reliability di lingkungan corporate, kompatibilitas dengan LMS, dan certification yang diakui (IEC 61851, IEC 62196 Mode 3).

3. Electrical infrastructure — feeder dari sub-distribution panel ke charger menggunakan cable sizing yang mempertimbangkan voltage drop (PUIL 2011 maks 5%) dan derating untuk kondisi instalasi. Proteksi: MCB sesuai rating charger + ELCB (RCD Type B, mandatory untuk EV charging karena karakteristik leakage DC).

4. Integrasi LMS — ini bagian yang membedakan instalasi corporate-grade dari sekadar ‘pasang charger’. LMS memungkinkan: monitoring konsumsi per session, allocation daya dinamis (jika multiple charger aktif bersamaan, daya didistribusi otomatis agar total tidak melewati batas), dan reporting energi untuk ESG/sustainability internal Microsoft.

5. Safety verification — earthing measurement (max 5 ohm untuk EV charging area per PUIL 2011), insulation test, dan functional test dengan EV simulator.

Standar yang Diacu

  • IEC 61851-1 — Electric vehicle conductive charging system
  • IEC 62196-2 — Plugs, socket-outlets, vehicle connectors (Type 2 untuk AC charging)
  • IEC 61008-1 / IEC 61009-1 — RCD Type B untuk EV charging
  • PUIL 2011 (SNI 0225) — Persyaratan instalasi listrik Indonesia
  • SNI IEC 60364-7-722 — Persyaratan khusus instalasi EV charging

Hasil & Manfaat

EV charger terpasang, ter-commissioning, dan terintegrasi dengan Load Management System. Karyawan Microsoft di JKT09 dapat melakukan charging EV mereka selama jam kerja, dengan kepastian bahwa beban charging tidak akan pernah mempengaruhi distribusi daya ke white-space data center.

Untuk Microsoft, ini adalah concrete delivery dari komitmen sustainability korporat: infrastruktur EV charging yang siap untuk pertumbuhan adopsi kendaraan listrik di lingkungan karyawan. Untuk SEI dan Astra Otoparts (sebagai principal program), ini adalah validasi kapabilitas untuk lingkungan hyperscaler — referensi yang sulit ditiru kompetitor.

Pelajaran untuk Industri Sejenis

EV charger installation di lingkungan corporate-grade tidak boleh dianggap pekerjaan ringan. Tiga prinsip wajib: (1) RCD Type B mandatory karena fault current EV bisa berupa DC, (2) earthing yang baik bukan opsi karena keselamatan pengguna saat charging, dan (3) Load Management harus ada jika ada multiple charger atau jika dipasang di fasilitas dengan kapasitas daya terbatas. Pilih installer yang memiliki kapabilitas EPC kelistrikan penuh — bukan sekadar reseller charger.