Apa itu PCBs?
Senyawa kimia organik buatan manusia yang terdiri dari dua buah gugus Bifenil yang mengikat 2 hingga 10 atom Klor (Cl-). Pada suhu kamar, PCBs umumnya berwujud cair, yaitu berupa minyak.
Apa Manfaat Awal PCBs?
Secara global, lebih dari 60% pemanfaatan PCBs adalah sebagai bahan aditif (tambahan) pada minyak dielektrik (oli) untuk trafo dan kapasitor listrik.
Tujuan utama penambahan PCBs adalah untuk meningkatkan titik nyala (flash point) dan kemampuan insulasi dari oli tersebut, sehingga bahan atau peralatan yang menggunakannya tidak mudah panas dan tidak mudah terbakar.
Pada masanya, penggunaan PCBs pada trafo dan kapasitor bahkan diwajibkan di berbagai negara Amerika dan Eropa sebagai prasyarat keselamatan, khususnya pada instalasi publik yang berisiko tinggi seperti rumah sakit, sekolah, pangkalan militer, hingga tambang bawah tanah.
Kenapa PCBs Dilarang?
PCBs sangat beracun dan berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Dampak buruknya meliputi:
- Dampak Akut: Kematian jika terpapar dalam jumlah yang sangat besar.
- Dampak Kronis: Menyebabkan berbagai jenis kanker (kanker kulit, hati, paru-paru, dan kanker darah).
- Gangguan Sistem Tubuh: Menyebabkan gangguan sistem syaraf, pencernaan, dan sistem reproduksi (memicu kemandulan).
- Sifat Lingkungan yang Merusak: Tidak mudah terurai secara alami (persistent), larut dalam lemak, terakumulasi dalam tumbuhan dan hewan, serta mampu berpindah jauh mencemari daerah lain (long-range transport).
Karena sifatnya yang sangat merusak, produksi, pemanfaatan, dan peredaran PCBs di seluruh dunia telah dihentikan secara bertahap sejak akhir 1970-an hingga pertengahan 1980-an. Pelarangan ini diatur secara ketat oleh Konvensi Stockholm yang diratifikasi (disahkan) oleh ratusan negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, pelarangan PCBs diatur lebih rinci melalui sejumlah peraturan perundangan nasional.
Dimana PCBs Masih Ditemukan Saat Ini?
Saat ini, PCBs masih dapat ditemukan pada trafo, kapasitor, dan sediaan (stock) oli yang berasal dari peralatan listrik peninggalan masa lalu. Oleh karena itu, trafo, kapasitor, dan oli trafo dikategorikan sebagai sumber-sumber PCBs.
Namun, untuk membuktikan keberadaan PCBs pada sumber-sumber tersebut secara pasti, perlu dilakukan identifikasi atau uji konsentrasi PCBs.
Bagaimana PCBs Bisa Mencemari Trafo & Oli Trafo?
Melihat asal-usulnya, terdapat dua penyebab utama mengapa PCBs mencemari trafo dan kapasitor saat ini:
Trafo, kapasitor, dan oli trafo merupakan peralatan yang memang sengaja diproduksi dengan penambahan PCBs sebelum pertengahan tahun 1980-an.
Kontaminasi silang terjadi pada trafo dan oli yang sebelumnya bebas PCBs, akibat proses purifikasi oli yang sembrono atau menggunakan alat yang sama tanpa prosedur pencucian yang tepat.
Berapa Nilai Ambang Batas PCBs pada Trafo dan Oli?
Nilai ambang batas PCBs terbagi menjadi dua kategori, yaitu pada oli cair dan pada permukaan material padat (misalnya tangki logam kosong). Indonesia menganut standar internasional sebagai berikut:
Batas Kontaminasi pada Oli Cair
Apabila konsentrasi PCBs pada oli trafo ≥ 50 PPM, maka oli dinyatakan terkontaminasi PCBs.
Batas Kontaminasi pada Permukaan Logam
Apabila trafo telah kosong (tidak memiliki oli), konsentrasi dinilai dari sisa yang menempel di bagian dalam trafo. Jika nilainya ≥ 10 µg/100cm², maka logam dinyatakan terkontaminasi PCBs.
Sebaliknya, apabila hasil uji menunjukkan konsentrasi PCBs < 50 PPM (pada oli) dan PCBs < 10 µg/100cm² (pada permukaan logam), maka oli dan logam tersebut dikecualikan dari kewajiban pengelolaan PCBs khusus.
Pencegahan & Metode Pengujian Konsentrasi PCBs
Kontaminasi silang dapat dicegah dengan mengidentifikasi (menguji) setiap trafo sebelum melakukan proses purifikasi oli. Jika terdeteksi < 50 PPM, alat purifikasi aman digunakan. Namun jika terdeteksi ≥ 50 PPM, wajib menggunakan peralatan purifikasi khusus (dedicated) dan prosedur pembilasan alat yang ketat agar tidak ada sisa PCBs yang tertinggal dan berpindah ke trafo lain.
Pengujian konsentrasi PCBs pada minyak dielektrik transformator kami lakukan menggunakan metode yang terstandarisasi:
Metode uji cepat di lapangan dengan akurasi hasil yang tinggi. Proses ini sangat cepat dan ekonomis, hasil dapat diketahui dalam waktu kurang dari 5 menit.
Metode uji laboratorium berstandar tinggi. Umumnya digunakan sebagai uji konfirmasi untuk mengecek dan memastikan kemungkinan false negative dari hasil Uji Cepat (khususnya pada rentang batas 50 – 60 ppm).
Manfaat & Nilai Tambah Pengujian PCBs bagi Perusahaan
Biaya inventarisasi dan pengujian disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan (meliputi biaya konsultasi & biaya pelaksanaan identifikasi di lapangan). Dengan melakukan pengujian, perusahaan Anda akan memperoleh:
- Data pasti tingkat konsentrasi PCBs pada setiap transformator berdasarkan hasil uji sampel.
- Tren kontaminasi PCBs di area perusahaan berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif (statistik).
- Rekomendasi dan arahan pengelolaan lanjutan untuk pencegahan kontaminasi silang dan pemusnahan PCBs sesuai regulasi pemerintah.
- Transfer skill dan pengetahuan dalam hal inventarisasi dan tata cara pengelolaan PCBs bagi level manajemen dan operator lapangan.
Lindungi Fasilitas Anda dari Risiko Kontaminasi PCBs
Identifikasi dan mitigasi sejak dini adalah kunci untuk menghindari dampak kesehatan, lingkungan, dan pelanggaran regulasi terkait PCBs.
Butuh pengujian PCB Trafo untuk fasilitas Anda?
⬇️ Silakan isi Form Konsultasi di bawah ini, tim teknis PT Sarana Energi Investama akan segera merespons kebutuhan pengujian Anda.
Tertarik dengan layanan kami?
Isi form di bawah, sales kami akan menghubungi Anda dalam 1×24 jam.